Sherly, Amsterdam, dan Ramadhan

Sherly, Amsterdam, dan Ramadhan

  • WpView
    GELESEN 226
  • WpVote
    Stimmen 49
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Jan. 11, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Lampu-lampu indah di Leidse Square membuat Sherly takjub. Suasana yang sangat romantis. Dirk terlihat puas mengetahui bahwa Sherly senang dengan rekomendasinya. Ia merapikan rambut pirangnya. Mereka berjalan-jalan dan melihat kanal-kanal yang sangat jernih. Dirk memfoto Sherly beberapa kali. Bahkan beberapa kali terlihat perahu berlalu lalang. 'Someday I'll take you to ride that boat,' kata Dirk. Sherly mengatakan ia tidak sabar untuk itu." Sherly ke Amsterdam dengan setengah hati, meninggalkan sahabat-sahabatnya sendiri. Tidak lama, sih. Tetapi bagaimana dengan rencana kejutan ulang tahun sahabatnya? Walaupun mungkin, terdapat sesuatu yang dapat membuat Sherly tersenyum selama berpuasa hampir 22 jam di kota yang terkenal dengan kincir angin dan bunga tulip itu. Sebuah cerita pendek yang didedikasikan untuk bulan Ramadhan tahun 1440 H, semoga puasa kita semua diterima oleh Allah swt. Aamiin. Update seminggu sekali mulai dari 1 Syawal nanti hingga selesai, enjoy! I'm waiting for your vote and comments! Mohon kritik dan sarannya, so I can give you all the best.
Alle Rechte vorbehalten
#11
sherly
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • APAKAH INI TAKDIRKU??
  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)
  • Effort ( COMPLETED )
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Best Friend(zone) [SUDAH TERBIT:GENTE BOOKS]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • AELEASHA (OG)
  • It's Me
  • ARESHYA [End]
  • This Is Friendship [Completed]

Seorang gadis cantik menikmati indahnya malam ditepi danau, beberapa helai rambutnya bergerak akibat angin yang menerpa kulitnya, namun pandangannya kosong, seorang pria melampirkan jaket dibahu gadis itu sebelum duduk disebelahnya, membuat gadis cantik itu menoleh pada pria tampan yang tersenyum kepadanya dan dibalas datar olehnya "Apa yang kau lakukan disini?"tanya pria itu memandang lurus ke depan, tanpa sadar ia merutuki pertanyaannya yang memang ia sudah tau jawabannya "Menikmati malam hari ditepi danau"ucap sang gadis menatap langit malam dipenuhi bintang "Nikmatilah, karna ini terkhir kamu bisa menikmatinya, besok kita akan pulang ke Indonesia, tak ada penolakan! Sudah dua tahun kamu pergi untuk mencari mereka dan menunggu disini, tapi tidak lagi, penantianmu sudah berakhir, aku akan melakukan apapun untuk senyummu tapi mengembalikan mereka aku tidak bisa, tapi jika membuka lembaran baru untuk hidupmu kurasa itulah langkah awalku mengembalikan senyum yang telah pudar sejak dulu"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien