Story cover for LANGIT BIRU by Aramata_
LANGIT BIRU
  • WpView
    OKUNANLAR 64
  • WpVote
    Oylar 26
  • WpPart
    Bölümler 3
  • WpView
    OKUNANLAR 64
  • WpVote
    Oylar 26
  • WpPart
    Bölümler 3
Devam ediyor, İlk yayınlanma May 29, 2019
Inilah kisah persahabatan yang terjebak friendzone.
Persahabatan antara LANGIT DIRGA & BIRU AURORA.


"Memang benar tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita.Pasti salah satunya terjebak friendzone"~BIRU~


"Kita hanya sebatas sahabat dan sampai kapanpun itu tidak akan berubah"~LANGIT~


       Apakah persahabatan mereka baik-baik saja??? ataukah persahabatan mereka hancur???
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun LANGIT BIRU kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#90frienzone
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 10
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
FRIENDZONE | ✔ cover
Leo 2 : Soulmate? ✔ cover
Antara Aku, Kau dan Dia  {TERBIT} cover
Senja di Langit Biru [Complete]  cover
ARA (tamat)  cover
Sun! -orine cover
Elina- kisah ku cover
only he is the one i want [ lilynn ] cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

5 bölüm Devam ediyor

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?