That Should Be Me

That Should Be Me

  • WpView
    Membaca 1,623
  • WpVote
    Vote 209
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 27, 2020
Pernahkah kamu berpikir, jika sebenarnya kamu yang harus berada dalam posisi seseorang yang terlihat lebih indah dan kamu juga menginginkannya? Jika pernah, berarti kita sama. Aku begitu, iri melihat semua kisah mereka yang aku pikir seharusnya akulah gadis yang harus mengisinya. Bukan gadis itu yang mengisi kisahnya bersama dia, Stevel Kenzio Alevindra. Pria yang tak pernah aku sadari jika posisinya di hatiku telah berbeda, lebih spesial dan istimewa. "Harusnya AKU!" Kalimat itulah yang selalu ku ucapkan saat kemesraan mereka terlihat di mataku. Maaf aku salah, aku tak pernah berani mengucapkan kalimat itu, hanya berani membatin dan berucap lirih saja. Kenapa begitu? Karena aku terlalu sayang pada gadis itu, aku tak pernah berani mengambil kebahagiaannya, walau aku merasa kebahagiaannya merampas kebahagiaanku. Gadis itu siapa? Jika kamu ingin tau, mari ikuti kisah ku. *********** Start: 17 agustus 2019 Finish: - (on going)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#674
anakmuda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • RAGARA [ on going ]
  • MOVE ON? (END)
  • BABAK TERAKHIR
  • Strong Girl Michella (END)
  • The Fate Of My Life (END)
  • Hope [COMPLETED]✔
  • YOU'RE (NOT) MINE--Completed
  •  HAZELA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan