Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 29, 2019
Perceraianku dengan Hendri adalah awal dari pencarian identitas diri bagiku. Semua kenangan bersamanya adalah cermin bagiku untuk menentukan pilihan jalan yang akan ditempuh oleh putriku. Sebab bagiku masa depan adalah harapan terindah yang harus diperjuangkan. Kemelut demi kemelut yang kian kusut tak terlerai membuatku lelah dan sulit menentukan sikap. respect cintaku akhirnya benar-benar kehabisan insting. Semua sesi kehidupan terasa hambar. Hingga muncul halusinasi yang menjanjikan energi baru, dan aku terpedaya. Aku kehilangan logika untuk merajai dunia. Respactku lebih mendominasi pada sebuah titik, yaitu lelah dan mati. Dalam lelah merindukan akhir dari segalanya. Ternyata pilihan logikaku menetapkan bahwa kematian adalah akhir dari kemelut pembentuk nestapa. Benar saja kematian menghampiriku, aku dalam halusinasi. Aku telah berada di sorga. Nyata sesuai dengan ilmu-olmu yang kupelajari semasa hidup. Dari ubun-ubunku keluar aroma bunga rampai yang semerbak. Perutku selalu terasa kenyang. Tak ada yang kurisaukan. Hari-hariku tanpa beban dan nyatalah sudah bahwa aku telah jadi penghuni sorga. Semua melayaniku dengan disiplin dan kasih sayang. Tak ada yang membuatku resah dan lelah seperti masa itu. Tak ada malam lagi dalam hidupku. Siang selamanya, dengan bentangan alam yang siap memanjakan pandanganku. Indah, sangat indah. Pelayan memberiku beberapa makanan seperti biasa. Namun kali ini makanan itu tak mau lagi kumakan. Aku menyadari kalau selama ini makanan itu hanya bisa membuatku tertidur dan melupakan banyak hal. Saat aku tahu, ternyata dokter psikiatri heran dengan pengakuanku, lalu menyatakan bahwa aku telah kembali sehat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Membumi(Tamat)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • TOO MUCH (Tamat)
  • Misteri- US
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Felicia> Januari With You
  • Villain Also Has A Reason [END]

Merelakan tak selalu menyakitkan,adakala hati ini merasakan sakit dari apa yang telah kita korbankan tapi kita tidak pernah tau kebahagiaan seperti apa yang akan kita dapat dari luka sebelumnya yang teramat sakit.Aku menyukai indahnya langit,tapi malam dengan ketenangannya lebih aku sukai. _Ayunda ainia lawani Ikhlasku semoga tergantikan dengan indahnya apa yang akan aku pandang di tempat terbaikku.Cintaku...aku ditakdirkan tidak bisa menggenggam mu sendirian.ketika aku memandang langit,biru dan putih terhampar sangat luas,ketika aku memandang bumi ini,maka sangat sempit dan tak bisa aku pandangi seluas langit. Akankah bumiku menjadi saksi ikhlasku?? _Mutia bintari rahayu

More details
WpActionLinkContent Guidelines