DIVISOR
  • WpView
    Reads 161,543
  • WpVote
    Votes 8,397
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"LEPASIN!" "Nggak akan! Apa yang udah jadi milik gue, nggak akan pernah gue lepas Fe." Galen menjawab dengan penuh penekanan. "Ayo pulang!" Wajah Galen mendekat dengan tatapannya yang menakutkan. Napasnya naik turun seolah sedangmeredam emosi yang siap meledak kapan saja. "GUE NGGAK MAU PULANG!" "FEOLLA." Galen menggeram. Kesabarannya benar-benar diuji malam ini. * * * Galen Pranadiba Aileen adalah cowok yang paling ditakuti. Dia bisa melakukan apa saja. Hatinya yang beku dengan tatapannya yang tajam, membuat semua cewek ragu mendekat ke arahnya. Namun berbeda halnya dengan Feolla, Galen adalah sosok yang sempurna. Seolah kebal dengan segala rumor yang beredar, Feolla terus mencoba mendekat kearah Galen. Namun sayang, Feolla selalu gagal menarik pesona sang pangeran. Gadis itu bahkan hampir menemui ajalnya karena Galen. Ternyata rumor bahwa Galen cowok misterius yang sulit didekati adalah benar adanya. Bahkan jika gadis itu mempertaruhkan nyawanya sekalipun, Galen tidak akan pernah mau menoleh ke arahnya. /2020 ~clarisacndr~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • MANTAN? BODO AMAT (SUDAH TERBIT)
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • AYKA
  • THE NERD BOY
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • OUR [Selesai]
  • The Playboy VS The IceGirl
  • COOL BOY [COMPLETED]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines