Ketika Cinta Menuntut Kesabaran

Ketika Cinta Menuntut Kesabaran

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2019
Apa jadinya jika seseorang yang dicintai direnggut paksa oleh takdir? Berontak? Berteriak? Menangis? Meratap? Takdir memang kejam! Seberapa pun banyaknya kehilangan, takdir tak akan pernah peduli untuk terus mengambil dan menghilangkan kembali. "Lalu, kapankah berakhirnya semua penderitaan?" Laila selalu bertanya dalam jeritan hati! Akankah Laila mendapatkan kebahagiaan yang selama ini dia nanti? Ikuti terus kisah "Ketika Cinta Menuntut Kesabaran". Jangan lupa berikan bintang dan komentar atau kritik dan saran, agar saya bisa membuat kisah yang lebih baik dan menginspirasi. Terimakasih. Update Rabu dan Sabtu!
All Rights Reserved
#886
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • senja di matamu
  • [1] Menunggumu Adalah Takdirku (SELESAI)
  • Tertulis Dalam Doa
  • Cinta Sejati Menjaga Hati
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Ketukan Takdir
  • Dia dan Doa
  • Takdirku ✓
  • Syair Bisu
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines