the princes in me

the princes in me

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2019
Tiga hal yang telah disesali oleh pri dalam kehidupannya :namanya,bentuk tubuhnya,kampusnya. Andai Mama papa tidak menamakanya princess,pasti tak ada yg menertawakannya pada saat dosen mengabsen Andai bentuk tubuhnya seperti Ditya sahabatnya,pasti Ryan tak akan meninggalkannya dan memilih Vivian,seorang cewe cantik dan angkuh Dan kalau saja papa miliuner tentu dia bisa kuliah di jurusan fashion design yang lumayan mahal,bukanya di fakultas hukum yang setengah mati membosankan ini. Tapi segala sesuatu yang dimiliki seseorang akan dibawa matikan?buat apa disesali?yang hanya kita bisa menerima kenyataan dan berusaha untuk mengubahnya. Mau tau kisahnya!baca
All Rights Reserved
#972
model
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Can I Be Yours? [TERBIT]
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • (END) Dia adalah putri yang sebenarnya setelah dia memakai buku itu
  • Transmigrasi: Love Punch
  • RE: [TAMAT]
  • Long Time Not Kiss You
  • Quarter Love Crisis

[CERITA LENGKAP]✨️ Terbit di Teori Kata Publishing Adelia Rayna Putri, mahasiswi cantik Desain Komunikasi Visual dan Arsenio Bryan Adhitama, mahasiswa Sastra yang dipertemukan Tuhan di Pekan Seni Kampus. Karya seni mereka, lukisan Rayna dan puisi Bryan menyiratkan sebuah makna yang nyaris sama hingga membawa mereka semakin dekat karena pembahasan proyek seni kolaborasi dengan Rayna yang digagas oleh Bryan. Hubungan Rayna dan Bryan pun berkembang, dimulai dari obrolan tentang seni hingga perhatian khusus yang mereka berikan satu sama lain. Namun, meski keduanya seperti saling jatuh cinta, tidak ada komitmen yang jelas di antara mereka. Hubungan tanpa status ini semakin rumit ketika masa lalu Bryan kembali menghantui dan Rayna dihadapkan dengan perjodohan yang diatur oleh keluarganya. Sementara itu, proyek kolaborasi seni mereka yang semula menjadi penghubung justru mulai terasa seperti beban di tengah rasa bimbang dan keraguan. Di tengah kesibukan kuliah, tugas akhir kampus, dan tekanan hidup, keduanya semakin menjauh, meski perasaan itu tak pernah sepenuhnya padam. Hingga waktu memberikan kesempatan kedua dengan ketidaksengajaan takdir mempertemukan mereka. Apakah benar kesempatan kedua yang mereka butuhkan? Atau akankah mereka memilih untuk berjalan di jalan yang berbeda sekali lagi? Cinta selalu saja penuh dengan tanda tanya. "Bisakah aku menjadi milikmu?" -Rayna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines