Raja, Porendu, & Halilintar

Raja, Porendu, & Halilintar

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, May 30, 2019
"Raja mana? Mana Raja?" Porendu histeris. " Raja sedang pergi berkelana." Jawab Monsen. "Random Gelatiknya dibawa?" Porendu bertanya. "Apa itu Random Gelatik?" Tanya Monsen. "Random Gelatik itu adalah tablet untuk berkomunikasi. "Tablet itu apa sih? Obat?". "Hmm, ini nih, yang udah terkena KUDIS". "Ah, tidak saja!" Monsen menyangkal. "KUDIS itu maksudnya Kurang UpDate InformaSi, gitu. Btw, tablet yang buat komunikasi itu bukan tablet buat OBAT. Tetapi! Tablet adalah smartphone ukuran segiempat dua dimensi, dan bisa diusap, atau apalah, dan screen touch nya yang keren. "Pasti kamu mau nanya-in smartphone itu apa kan?" Porendu menambahkan. Monsen menggarukan kepala nya yang tidak gatal, sambil tercengir lebar. "Smartphone itu ponsel pintar. Udah mudeng?". "Belum.." Monsen tercengir lagi. Ia lugu. "Eh Monsen, tadi Raja berkelana ke arah mana?". "Kurang tau saya". "Ah, ngesok kamu, makan aja masih pake nasi sama garem". "Astaghfirullah.." "Tapi bener kan?". "Iya juga sih.., tapi KITA harus bersyukur atas karunia-Nya." "Iyaaaa iya, Ashiyaap". Monsen tercengir lagi. "Dari tadi kita bercanda terus, lebih baik apabila kita langsung saja mencari Raja". "Yaudah yOOk". Mereka berdua yang semula duduk di pelataran alun-alun indoor (ngesok bahasa Inggris) istana, kemudian melangkahkan kaki keluar dari istana yang berjarak tak kurang dari satu meter.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Aksara Lingga
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • KALINDRA

[Follow dulu sebelum baca] [DALAM PROSES REVISI] [Yang mentalnya lemah silahkan mundur alon-alon, karna cerita ini mengandung bawang goreng!] Bagi semua orang dijodohkan dengan seorang ustadz akan hidup bahagia dengan banyak berbekal agama dan bahagia akan menjadi pengalaman hidup paling indah. Berbeda dengan Ayla, dia sangat muak dengan perjodohan ini, apalagi ustadz dzaki itu sangat sangat dinginnnn sekali macam kulkas 10 pintu. _________________________ "Ustadz doyan es batu ya?" "Enggak" "Kok sikap ustadz sebelas dua belas sama es batu, udah dingin keras lagi" "hm" "Ya allah gini banget punya laki" ___________________________ "Ustadz ini bacaannya gimana? ayla kurang paham" "Kamu ini pernah ngaji nggak sih?" "Pernah kok tad, tapi gak sampe hatam hehe itupun udah lama banget, jaman sd" dzaki menepuk keningnya, pusing juga mengajari istrinya yang baru hijrah ini. ____________________________ "Astagfirullah ayla, cara make jilbabnya bukan gitu" ucap dzaki, ayla menggerjapkan bola mata nya "Salah ya tad?" "Salah banget ayla" KARYA INI MURNI ISI PIKIRAN SAYA SENDIRI TIDAK MENIRU ATAU MENJIPLAK KARYA ORANG LAIN! JADI JIKA ADA KESAMAAN ITU HANYA KEBETULAN. Cover : Pintereset [Part Masih Lengkap]

More details
WpActionLinkContent Guidelines