Sinaran Sendu (Boboiboy Version)

Sinaran Sendu (Boboiboy Version)

  • WpView
    Reads 11,078
  • WpVote
    Votes 639
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Di usia yang masih remaja, Solar sudah harus menahan rasa sakit, harus berurusan dengan alat-alat di tubuhnya, dan harus berpisah dengan Kakak-Kakaknya untuk pengobatan. "Rapuh adalah kekuatan yang tersirat, dari siluet mengenaskan karena sakit menghadang, lalu mencoba bertahan dengan menikmati kelemahan." Ucapan Solar membuat Gempa meneteskan air matanya, bergitu pula yang lain. "Kayak Sinaran Sendu." Solar tersenyum samar. Layar monitor yang menunjukkan angka 30% membuat semua semakin panik. 'Niiiit--' "Solar!" Mengandung unsur sick male lead dengan penyakit medis: Tumor otak, penyakit sikologis: PTSD(Post Traumatic Syndrome Disorder). A sicklit story by Jiancasalsabiil Versi biasa: Sinaran Sendu
All Rights Reserved
#264
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Տᑕ┆ՏO ᑕᑌTᗴ!(。>‿‿<。ᘜᗴᗰᗰY ◥һіᥲ𝗍ᥙs◤
  • Kenapa Aku Berbeda?
  • 𝐻𝑎𝑛𝑦𝑎 𝐻𝑎𝑦𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑒𝑚𝑎𝑡𝑎
  • Mata Perak [Boboiboy Solar]
  • BROKEN
  • My Beloved Senior [HaliSol]

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya

More details
WpActionLinkContent Guidelines