Meet when It Rains

Meet when It Rains

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 30, 2019
Seorang gadis pluviophila di pertemukan dengan cowok apatis. Awalnya hanya sering ketemu aja di bus tapi saling bertukar nomor telepon. Keduanya dekat tanpa kepastian hingga si cowok harus pergi untuk menggapai cita-citanya. Dengan perasaan campur aduk si cewek datang untuk melihat si cowok untuk di tinggal 6 bulan untuk menjadi seorang prajurit. Lanjut? Ini masih sementara ya^^
All Rights Reserved
#130
pluviophile
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PLUVIOPHILE
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • DIA SANDRA(Selesai✔️)
  • Delvan
  • Pluviophile (On going)
  • ARKASYA
  • AKSAFA (End)
  • INEFFABLE ✔
  • Bumi dan Antariksa || TERBIT
  • ANGKASA ✔

"Hari ini, aku masih menjadi pluviophile-mu. Aku rela dijatuhi derasnya rindumu padaku." - Quilladin Delina Indrawari Quilladin Delina Indrawari, gadis cantik yang lahir di tengah hirup pikuk kota lumbung padi. Dirinya terlahir di tengah keluarga berada, apa yang ia inginkan mungkin bisa terkabulkan hanya dengan mengedipkan mata. Tapi ternyata tidak, yang ia inginkan hanya ibunya. Jauzan Adlarn Praxn, lelaki sedingin es yang mempunyai wajah setampan aktor Thailand membuatnya digilai seluruh kaum wanita di sekolahnya. Tetapi di hatinya masih tetap berada satu nama. Rasenja Anindya Bailaxhe. **** "Hai, aku Delina. Quilladin Delina Indrawari." Ucapku sambil mengulurkan tangan. "Hujan," ucapnya dingin tanpa menerima uluran tanganku. Dia bahkan membuang mukanya, dan menatap jalan di depannya. Apa aku salah dengar? Jelas-jelas disini memang hujan. apakah dia mengira aku buta? Tidak ingin salah paham, aku bertanya lagi. "Maksudnya?" Ucapku sambil mengernyitkan kedua alisku. "Nama saya Jauzan Adlard Praxn. Panggil aja Hujan," dia menjawab dengan dingin lagi. Tidak menatapku. Tatapannya masih kosong ke depan. Lalu, aku membulatkan mulutku membuat huruf 'o' dan berkata, "Lucu ya, namamu Hujan." Dia hanya berdeham sebentar lalu dia tak menghiraukanku lagi. **** Bagaimanakah kelanjutannya? Karena hujan mereka bertemu, apakah karena hujan juga mereka akan berpisah? Apakah keinginan Delina bisa terkabul hanya dengan mengedipkan mata? Apakah Jauzan bisa membuka hatinya lagi untuk wanita lain termasuk Delina? Kepoin ceritanya yuk, semoga kalian suka ya. Jangan lupa ajak teman, emak, bapak, adik, kakak, nenek, kakek dan tetangga buat baca cerita ini 😁 Aku butuh dukungan dari kalian semua. Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa !

More details
WpActionLinkContent Guidelines