Countdown to Zero : 3

Countdown to Zero : 3

  • WpView
    Reads 534
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2019
Shabella Rahady, kriptolog labil kalem tapi sadis dengan kehidupan normal tiba-tiba mendapatkan pesan aneh dari akun bernama Rengga Dirmana. Seorang peneliti kasus yang narsis yang selalu mengaku sebagai detektif. Pesan tersebut sangat aneh, pesan yang akan mengantarkannya pada sebuah kenyataan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Ada sebuah konspirasi besar sedang berjalan! dan Rengga meminta Shabella untuk segera membantunya. Dapatkah Bella membantu Rengga menghentikan konspirasi tersebut? dan lagi, apa tujuan utama konspirasi dan siapakah dalangnya? Shabella sama sekali tidak mengerti, bahwa konspirasi tersebut ternyata berhubungan erat dengannya. Dengan tekad bulatnya yang sedang berusaha menyempurnakan jilbab, dapatkah ia bertahan? "Pem-pembantaian?" "Ya. Aku adalah saksi pembantaian keluarga polisi sepuluh tahun yang lalu. di umurku yang delapan tahun." -------------------------------- Halooo, aku Hanaf Gumawang Mukti. Orang-orang di sekitar ku sering memanggilku Hanaf. Meski punya nama yang rada maskulin, kutekankan sekali lagi, aku ini perempuan! Ini adalah novel pertamaku, I hope you like it. Tolong baca dulu sampai part 20, ya? Biar ketemu serunya. Vote dan komen juga setiap part-nya. *Muka memelas ~~Menjiplak cerita orang lain merupakan tanda bahwa anda telah tidak percaya lagi dengan kemampuan diri~~ mulai ditulis di dokumen pribadi 2014, upload wattpad 30 Mei 2019. 23.19 WIB
All Rights Reserved
#498
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • Semanis Cinta Mas Santri
  • Takdir 7 Santriwati || On Going
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • Way To You (END)
  • YOU'RE PSYCHO(END)
  • Diary Merah ✔
  • [Revenge] Confidential 2 (END)

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines