FLOWER STORY

FLOWER STORY

  • WpView
    Reads 527
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 9, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Dimana kisah hidupku penuh kejutan dan penuh dengan makna. Disini aku akan menceritakan kisah hidupku dari kecil hingga sekarang. Sedih maupun senang maupun duka mencampurkan kisah hidupku dan sifatku yang kadang suka berubah - ubah. Aku bunga dalam bahasa Inggris berarti flower,aku seorang gadis yang periang.aku mempunyai keluarga yang harmonis bahkan aku sangat menyayangi mereka,tetapi dibalik semua itu aku dalam bertemanan banyak masalah,karna kita tahu kalau manusia tidak ada yang sempurna.
All Rights Reserved
#170
fakefriends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • We Found Another Love [Completed]
  • • EUTANASIA •
  • BUNGA CINTA DILEMA (BCD)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Estar en Flor
  • Happy Is Bulshit
  • Starlight |Na Jaemin|
  • GRADIOLA ( END )

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines