We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Heartless

Heartless

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 4, 2019
WpInfo
Non-Fiction
"Disaat hidupmu selalu dibanding-banding kan oleh orang lain dengan orang lain pula. Aku yakin rasanya sakit. Disaat kau dibandingkan seolah kau tak memiliki kelebihan sama sekali dengan orang yang memiliki banyak kelebihan. Karena aku... pernah mengalaminya." Cerita dimana sebuah pengkhianatan basi yang memuakkan diiringi tangis palsu kembali terulang untuk yang kesekian kalinya. Feel free to read my project. Just dont copy mine. Unpublish total
All Rights Reserved
#18
tiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • Hidupku
  • Strong Girl
  • Tidak Ada Kebahagiaan
  • Obsessi Boyfriend

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines