Langit dan Jingga

Langit dan Jingga

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 31, 2019
Dia Langit, ku tambahkan cerah ketika dia sedang ceria, tertawa dan bahagia. Ku tambahkan dia mendung saat dia sedih, marah dan terluka. -Jingga Naima Jingga cerah seperti namanya. Langitku redup ketika dia tenggelam diganti oleh bintang juga rembulan. Aku terus menunggu, sampai esok berharap kita bercengkrama dan tertawa. -Langit Fazwan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG LANGIT (TAHAP REVISI)
  • Biarkan aku yang pergi
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • Home?
  • ANGEL
  • Galaksi✓
  • Membumi(Tamat)
  • lost in the gaze of obsession
  • Dia Semesta

Langit Dikara, cowok dengan segala beban di pundaknya. langit itu berbeda, langit itu istimewa. "Bibi Vanes, Mama Langit di mana? Jingga punya Mama, kenapa Langit gak punya?" Pertanyaan itu Keluar dari bibir bocah berusia 10 tahun. ____ Ini juga tentang Jingga Anagata, sosok yang selalu bergantung pada Langit. "Papa dan Mama kemana? Kenapa Jingga dititip di sini? Jingga juga mau ikut." ____ "Langit, aku mengagumi ketinggianmu. Panggil aku jika waktunya." ____ (CERITA INI MURNI DARI IMAJINASI SAYA. JIKA ADA KESAMAAN TOKOH, ADEGAN, DIALOG. ITU ADALAH KETIDAKSENGAJAAN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN) Like youu, tapi boong☔💜

More details
WpActionLinkContent Guidelines