Mati Yang Sama Dalam Kisah Yang Berbeda

Mati Yang Sama Dalam Kisah Yang Berbeda

  • WpView
    LECTURAS 877
  • WpVote
    Votos 161
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 28, 2020
Pada dasarnya kami berbeda, sesuai takdir yang Allah berikan setiap harinya. Hai semuaaa !!! Makasih udah mau mampir di berandaku, Ini karya pertama ku. Sorry ya kalau tulisannya berantakan dan banyak typo di mana mana hehehehe. Silahkan coment di paragraf yang typo biar bisa segera aku revisi. Jangan lupa vote juga kalo kalian suka. Aku masih belajar buat jadi penulis yang baik. Saran dan kritik dari kalian akan sangat bermanfaat untuk karyaku selanjutnya. Love u guys.
Todos los derechos reservados
#485
derita
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Azzam [Republish]
  • Bring Me To Jannah [SUDAH TERBIT]
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • Takdirku Memilihmu
  • Bidadari Surgaku
  • Takdir Sang Arsy [SUDAH TERBIT]
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido