PRIORITAS {COMPLETED}

PRIORITAS {COMPLETED}

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[CERITA LENGKAP] Keseharian, cerita yang membosankan bagi sebagian orang. Bangun tidur, makan, sekolah, pulang, lalu tidur lagi. Begitu seterusnya. Hidup seperti itu rasanya hambar, monoton. Seorang laki-laki, Abas Ghifary namanya, hampir setiap hari melakukan hal itu. Hidup yang searah. Namun, ada sesuatu yang bisa membuatnya semangat seketika, atau pun sedih tiba-tiba. Mereka adalah teman-teman, asrama, sekolah, perasaan. Harinya tak pernah lepas dari teman-teman di asramanya yang begitu kocak, juga sekolah dimana terdapat orang-orang yang amat baik dan jahat. Satu hal, yaitu perasaan. Perasaan yang tak bisa dipahami oleh dirinya sendiri. Perasaan yang seringkali membuat orang lain salah tanggap terhadap sikapnya. Perasaan itu hanya ia tautkan kepada seseorang yang sangat unik. Siapakah dia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Kost Anggori | Segera Terbit
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • GHAVARI
  • Can I ?
  • Baswara

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines