Ruang Pekat

Ruang Pekat

  • WpView
    Reads 1,739
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 8, 2022
[Kumpulan Puisi] Perihal rindu memang pelik. Suara pun kadang menyerah. Namun, masih kurencanakan alur-alur berikutnya. Mungkin dengan menerbangkan kata-kata sederhana bersama angin. Entah di mana nantinya ia memilih tinggal. Memeluk angkasa, berlayar di laut, atau berada di atas purnama. aku tidak peduli. Yang pasti masih bersembunyi di balik pekat.
All Rights Reserved
#77
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harby Kelabu
  • RECLINE
  • Fixing the Broken ✓
  • Fragmen Waktu
  • ETᕼEᖇEᗩᒪ ✔
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • St¡ll Eighteen
  • Ungkap Rasa(Untukku & Tentangmu)

"Payungmu hilang, langit pun menghujanimu dengan deras, serta angin yang berhembus juga kencang, yang membuat dirimu basah dan kedinginan" "Ternyata tidak berhenti sampai disitu saja, hujan yang deras serta angin yang berhembus kencang ikut menenggelamkan dirimu dalam banjir yang menerjang" "Sampai pada akhirnya kamu menghilang dan yang aku temukan hanyalah luka yang mendalam" ~Erika Aura Yoana

More details
WpActionLinkContent Guidelines