HOSTIA

HOSTIA

  • WpView
    Reads 903
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2020
Story by @kazza_05 ©2019 _Fantasy | Romance_ Kota Hostia kembali berada dalam bencana. Bangunan pencakar langit sumber kebanggaan satu per satu diruntuhkan. Kekacauan yang berawal dari kedok sebuah kunjungan telah merambat ke hampir seluruh kota dalam kesenyapan. Pemerintah tidak tinggal diam. Semua bergerak untuk mencari kebenaran dalam konflik yang seakan tak ingin henti dikobarkan. Kesuksesan kota tidak dijadikan jaminan keselamatan para warga yang tinggal. Semua keberhasilan berbuah kebencian yang mendalam. Menciptakan kekacauan terus datang dalam setiap kecurigaan. Meninggalkan banyak rasa dendam yang berakhir dalam keikutsertaan. Bersamaan dengan itu, teka-teki tak kunjung usai untuk minta diselesaikan sampai sejarah baru dapat segera dikisahkan. === Awesome Cover by @blightblue === _Let's go to new world with me, Babe😘_
All Rights Reserved
#34
minorromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Guangzhou's Girl (COMPLETE) √
  • The Ice [TAMAT]
  • Love Life a Reincarnation Couple [END]
  • ANTIMA: The Denial  ✓
  • Gummy [END]
  • DRAKEN [Telah Terbit]✓
  • Imagination is Amazing: Promise of Stars in The Night Sky [FINISHED]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines