ABSURD HUMOR STORY

ABSURD HUMOR STORY

  • WpView
    Leituras 182
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 8, 2019
Hari-hari gue lalui dengan teror kata putus dari Lani. Pengen banget gue protes, gue 'kan bukan kepala boneka barbie yang gampang diputusin. Tapi apa daya, gue gak mau jadi jomblo lagi. Jadi gue turutin semua mau pacar gue. Sampai pada suatu hari, dia datang ke rumah gue sambil lemparin batu bata. "Kamu jahaaat!" Lani teriak histeris. "Eh ada apa ini,My Honey? Aduh ... duh jangan sambil lemparin itu dong, sakit nih!" ucap gue sambil menangkis batu bata yang dia lempar. Gue jadi berasa kek Tantowi Ahmad. Dia menghentikan aksi anarkisnya. Sejenak gue bernapas lega. Sampai tiba-tiba .... Plak! Tamparan keras mendarat di pipi gue. Kejam kek ibu tiri. Perih! Sumpah! "Kita putus!" teriak Lani sambil terisak. Kemudian mengelap ingus yang berleleran ke mana-mana. "Kenapa?" tanya gue bingung. Demi celana kolor gue yang belum dicuci selama seminggu. Gue sama sekali gak merasa ngelakuin kesalahan sama dia. "Tadi malem aku mimpi kamu selingkuh! " jawabnya ketus. What the .... ( Jomblo Pensiun) Dan masih banyak kisah absurd lain dalam kumpulan cerpen ini yang dijamin bikin kalian ngakak parah!
Todos os Direitos Reservados
#220
kumcer
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • ARSEN (ON GOING!)
  • CERITA KITA [Lengkap]
  • KANG ADI SEKSI
  • KaKel Nakal (MPREG)
  • Hate to love you - Tamat
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Changed Life
  • Unplanned marriage

"Ada lagi?" Tanya phuwin. Di angguki oleh Nara "urus, urusan kita masing-masing. Lu nggak boleh ikut campur urusan gua dan gua juga nggak bakal ikut campur urusan lu. Ngerti" "Iya kak" phuwin patuh. "Ohiya phuwin boleh tanya gak!" "Boleh. Tanya aja" Nara mempersilahkan phuwin untuk bertanya. Membuat phuwin jadi bingung. Lalu berfikir sejenak. "Oh ini. Phuwin mau tanya. Emang umur kakak berapa? Kok tadi mamah nya kakak bilang umur kakak udah pas untuk menikah." "30" singkat Nara. "Oh....HAH? LOH KAKAK UDAH TUA! TAPI HARUSNYA PHUWIN GAK PANGGIL KAMU KAKAK. TAPI OM YA?! SORRY OM" phuwin menunduk sopan minta maaf kepada orang yang jauh lebih tua di hadapannya ini. Nara berdecak kesal "sialan! Gw gak setua itu sampe lu harus panggil gw om. Udah bagus manggil gw kakak" "Ngga! Gabisa om. Kakak itu panggilan buat phuwin panggil ke orang yang jarak umur nya gak jauh jauh banget" tolak phuwin mentah mentah. Seketika Nara berfikir sejenak untuk mencari panggilan yang pas selain kaya om barusan "yaudah mas aja deh! Biar gak tua tua banget!" "Oke! Mas aja heheheh" phuwin kali ini setuju

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo