ABSURD HUMOR STORY

ABSURD HUMOR STORY

  • WpView
    LECTURAS 184
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 8, 2019
Hari-hari gue lalui dengan teror kata putus dari Lani. Pengen banget gue protes, gue 'kan bukan kepala boneka barbie yang gampang diputusin. Tapi apa daya, gue gak mau jadi jomblo lagi. Jadi gue turutin semua mau pacar gue. Sampai pada suatu hari, dia datang ke rumah gue sambil lemparin batu bata. "Kamu jahaaat!" Lani teriak histeris. "Eh ada apa ini,My Honey? Aduh ... duh jangan sambil lemparin itu dong, sakit nih!" ucap gue sambil menangkis batu bata yang dia lempar. Gue jadi berasa kek Tantowi Ahmad. Dia menghentikan aksi anarkisnya. Sejenak gue bernapas lega. Sampai tiba-tiba .... Plak! Tamparan keras mendarat di pipi gue. Kejam kek ibu tiri. Perih! Sumpah! "Kita putus!" teriak Lani sambil terisak. Kemudian mengelap ingus yang berleleran ke mana-mana. "Kenapa?" tanya gue bingung. Demi celana kolor gue yang belum dicuci selama seminggu. Gue sama sekali gak merasa ngelakuin kesalahan sama dia. "Tadi malem aku mimpi kamu selingkuh! " jawabnya ketus. What the .... ( Jomblo Pensiun) Dan masih banyak kisah absurd lain dalam kumpulan cerpen ini yang dijamin bikin kalian ngakak parah!
Todos los derechos reservados
#767
mantan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Changed Life
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • My Duchess / End
  • KANG ADI SEKSI
  • ARSEN (ON GOING!)
  • Duda -Johnten [ END ]

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido