DIARY WANITA
  • WpView
    Membaca 36
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 15, 2020
WpInfo
Puisi
Cerita harian yang dikemas dalam bentuk puisi. Sungguh, aku memang tak pandai berucap manis tapi, asal kau tahu kebisuan ku bukan tanda ketidaksukaan ku tentangmu Aku tidak mau menyukaimu dengan pikiranku, karena itu tak akan bertahan lama Aku juga tidak mau menyukaimu dengan hatiku, Karena aku tahu nanti akan ada sakit yang lebih perih Menyukaimu butuh tenaga ekstra, dan harus melibatkan pikiran dan hati
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#240
diary
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Mahligai Sunyi
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Perihku Ditinggalkan
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • LELAH

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan