Verdwijnen

Verdwijnen

  • WpView
    Leituras 320
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadConcluída ter, jun 4, 2019
WpInfo
Ficção
Romance
Hey, wat is je naam missen?? Uluran hangat tangan seorang pria pirang dihadapan ku dengan tatapan mata hazel nya yang mempesona. Seulas senyum yang ku tunjukan, dan ku pergi meninggalkannya, ku rasa dia tampak keheranan dengan sikap ku. HEY...WACHT OP ME!!!!! Ku merasakan dia mengejar ku, dari tatapan pria itu, gadis ini sudah takut jika dia menyukai nya, atau justru pria itu yang menyukainya. Gadis itu tampak trauma hebat jika berhadapan pria seperti itu.
Todos os Direitos Reservados
#30
belanda
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cuddling Myself
  • Sweet psycho ( END )
  • SEBELUM KITA BERBICARA
  • Om CEO [Selesai]
  • Something About You (END)
  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Villain From Heaven
  • [END] Behind The Moment
  • My Partner In Sex [Re-Upload]

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo