Mata Nathan tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang memegang bola basket dan terus mencoba untuk memasukkan bola tersebut ke dalam ring. Karena si gadis itu terus saja gagal, tanpa di sangka sudut bibirnya tertarik sangat tipis. Lucu juga. Ucapnya dalam hati saat memperhatikan gadis itu yang sedang memperhatikan sang guru mencoba melempar bola sampai masuk ring. Tiba tiba senyum smirk nya muncul saat sang guru muda itu mengacak puncuk kepala sang gadis dengan senyuman manisnya. Apa perlu gue potong tu tangan biar gak sembarangan pegang orang? Lanjut ucapnya dalam hati dengan perasaan kesal. __________________________ Gimana? Penasaran gak? Lanjut bacanya yuk! Follow akun aku dan Jangan lupa tinggalkan jejak untuk setiap chapter nya!! Vote dan Coment terus kak!! See you next time♡
More details