Sajak Yang Tak Sampai

Sajak Yang Tak Sampai

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 15, 2019
"Tak mengapa ribuan mata tak membaca sajakku. yang ku inginkan hanya sorot dua bola mata indahmu yang membaca, serta segenap hatimu yang turut merasa. karena setiap sajak yang telah terbaca olehmu adalah sebuah tanda, tulisanku telah sampai pada tujuannya". -Kalila Meysie __________ Story by: Diani Fitranda Ini is first story Masih banyak kekurangan dan typo dimana-mana. Jadi diharapkan kritik dan saran dari para reader sekalian Follow sebelum baca dan jangan lupa kasih jejak kalian yaaa❤ votement & comment always dinanti🤗
All Rights Reserved
#122
sam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • RAVASYA [END]
  • DAKSA [END]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • The turning of time (Ongoing)
  • Selamanya Cinta (SELESAI)
  • My Ice Prince
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • No Longer Mate
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines