GEVAR
  • WpView
    Bacaan 259
  • WpVote
    Undian 81
  • WpPart
    Bahagian 13
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Jun 22, 2019
Permen? Satu kata untuk seorang anara sekiara dari gevar dagara.gadis manis dengan sejuta tingkah menggemaskannnya. "Permen itu manis."Gevar dagara. "Tapi setelah lama lo kunyah permen itu akan hambar trus lo buang lalu segerombolan semut datang mengangkutnya,dan permen yang lo maksud itu gue yang lo manisin diawal tapi setelah itu lo sakiti gue dan buang gue gitu aja demi masa lalu lo sedangkan gue berusaha bangkit sendiri"Anara sekiara. Menyesal menjatuhkan hatinya pada seorang lelaki brengsek seperti gevar.nara menyesal mempercayai kata kata gevar selama ini. Bagi nara gevar adalah seorang malaikat pelindung,tempat kenyamanan bagi dirinya. Sedangkan gevar? Menganggap dirinya seorang permen yang dapat dibuang selayaknya sampah kapan saja saat dia bosan. Hebat bukan. Penghianatan selalu berada ditengah kisah namun penyesalan selalu berada diakhir karna kalau diawal itu namanya perkenaLan.
Hak Cipta Terpelihara
#58
nara
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Sweet Antagonist✓ (Lengkap)
  • Fraternité
  • Sangsaka
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Gadis kesayangan Badboy
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Nathalea
  • RAIHAN

"Lovely Nara" sebuah novel yang menceritakan betapa menyedihkannya hidup seorang gadis SMA tingkat akhir. ya, itu cerita yang terlalu klise untuk dibaca bukan? seorang gadis lemah lembut akan bertemu dengan ketua gengster akan menjadi jalan cerita yang membosankan. Namun hal yang sebenarnya menarik pembaca bukan lah cerita inti novel itu. melainkan cerita seorang gadis yang berperan sebagai antagonis di cerita itu. Binar Jingga Swastamita. Ini hanyalah cerita dimana sosok asing pergi ke tempat yang tak pernah dirinya tahu. Dia terlena dengan banyak hal yang tak pernah ia dapatkan, hingga lupa jika 'datang' selalu ada 'pergi'. "saya harap... kita bisa bertemu di semesta yang sama, bukan karena permainan semesta tapi karena coretan takdir yang sama."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi