Kakel Ngeselin; ksj

Kakel Ngeselin; ksj

  • WpView
    Reads 22,223
  • WpVote
    Votes 1,974
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 21, 2020
[SEDANG DALAM PROSES REVISI] Seorang kakel famous yang dikenal so jutek, ngeselin, brengsek, tapi yg anehnya gw bingung kenapa semua cewek disekolah ini pada naksir sama tuh kakel ngeselin?! Note: Part 1 sampai 7 tulisannya masih berantakan dan lagi mau direvisi, jadi maklumin aja yak kalo gak rame. Tapi yang part selanjutnya udah aku benerin kok kata² nya jadi enak dibaca.
All Rights Reserved
#533
kakakelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Don't Ever Change 'Sequel HBC' [VKook] (END)
  • Always Okey
  • SWEET CHAOS: DARI PACARAN SAMPAI PELAMINAN
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • Bangtan High School (BTS Fanfiction)
  • Truth or Dare | KookV

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines