Sajak pedih

Sajak pedih

  • WpView
    OKUNANLAR 337
  • WpVote
    Oylar 37
  • WpPart
    Bölümler 28
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Eyl 16, 2020
WpInfo
Şiir
Sebuah kata dan kalimat yang sampai sekarang hanya tertahan pada ujung lidah.
Tüm hakları saklıdır
#570
kata-kata
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Rembulan Yang Sirna
  • poem
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Semua Memukul (✅)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi