Revive
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Shu minta supaya Shina tidak melepaskan genggamannya. Walau apa pun. Tapi angin terlalu kencang di antara mereka dan tangan Shina berkeringat. "Shu! Aku minta maaf! Kalau sampai sesuatu terjadi nanti-" "Bisa diam nggak? Suaramu itu bikin berat badanmu tambah dua kali lipat tau! Mau mati?" Shina menggigit lidah begitu Shu memotong kata-katanya barusan. Manyun saking jengkel. Kasar banget sih! Tapi biar begitu dia lega, yakin Shu tidak akan pernah membiarkannya jatuh!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIC TOC [√ COMPLETED]
  • Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)
  • Atma Niscala
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • The Power of Nature

Mereka shok saat senyum pria kecil itu perlahan menghilang dari pelukan mereka. jiwa bersinar nya menangis tapi tersenyum pada mereka, melambaikan ringan. Bersinar di sekelilingnya yang membuatnya tampak seperti malaikat. Tapi dia akan kemnali ke Surga. Sebagai cahaya menghilang, pemimpin menatap tubuh tak bernyawa dalam pelukannya. "Tidak ada ... kumohon.. tidak .... Woohyunie ... Tidak! Kembalilah! Kembali! tidakkkkk !!!" pemimpin terisak keras sambil memeluk tubuh erat dalam pelukannya. Bahkan ia berteriak untuk berkali-kali, rasa sakit di dalam hatinya tidak akan pernah sembuh. "Jangan tinggalkan kami! Pleaseee !! kembalilah !! Namuu !! Ayo bangunnn !!" maknae mengguncang tubuh itu. Dia semakin histeri ketika tubuh tidak menunjukkan reaksi apapun. Sebaliknya, kulit dingin membuat nya kaget, air mata jatuh ke pipinya tak terkendali. "Woohyun-ah !! Woohyun-ah !! Buka mata mu! Ini tidak lucu ... kumohonnn ... Woohyun-ah..Woo -... Jangan lakukan ini pada kami..please ... datang kembali .. " ratapan rapper saat ia mengambil tangan dingin. Dia mengusap mereka, tapi kehangatan tidak bisa melakukan apa-apa. Dia meninggalkan mereka. Selama-lamanya "Terima kasih untuk mencintai ku ... Selamat tinggal ..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines