Friendship

Friendship

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 6, 2019
Awas ati ati nanti kamu jatoh ngga! Teriak nara dari bawah pohon. Liat dong, aku udah sampe atas dan ga jatoh hehe" jawab angga yg sedang nangkring di atas pohon jambu. Eh ngga liat tuh ada sarang tawon, "Teriak vano sambil ketawa Dan Angga pun refleks nengok keatas dan ya benar saja, diatas kepalanya ada dahan dan sebuah sarang tawon yg cukup besar. Tapi ada yg aneh deh kayak nya"kata Angga dalam hati. Itu kenapa sarang tawon nya goyang sendiri padahal gak ada angin. Ketika Angga nengok ke bawah temanya sudah pada hilang mereka lari. Ada apa ya? Angga cepet turun itu tawon nya mau keluar mau nyerang kamu hahaha" Teriak temanya yg bicara sambil lari dan tertawa terbahak-bahak. Saat itu Angga langsung sadar, ternyata tadi temanya yg sudah jahil melempar batu ke sarang tawon. Angga pun seketika bergegas turun dengan cepat dari pohon, tapi tetap saja tawon itu sudah menyengat Angga di bagian wajah dan tangan nya. Lo Sekilas begutulah persahabatan mereka, penuh dengan Kejahilan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Anggi & Anggia
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • PEKA DONG!
  • Why ?
  • ARGLADIS
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • Angga&Anggie [COMPLETED]
  • dimana janji tersebut

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines