Ummu Hurairah

Ummu Hurairah

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
Apakah wanita tidak boleh terlalu menyayangi kucing? Terlepas dari mitos-mitos yang mengatakan jika bulu kucing berbahaya untuk wanita. Apakah gelar Hurairah hanya ditujukan untuk laki-laki dan seorang muslim yang taat saja?. Semua pertanyaan itu telah tertanam sejak Ciara kecil. Sampai suatu hari ciara bertemu dengan seseorang yang dapat memberikan jawaban yang tepat sekaligus mengisi hatinya yang sebetulnya malah menambah masalah baru dikehidupan Ciara. *** 'Di siang hari aku berjanji untuk melupakannya, namun bagaimana bisa malam harininya tanpa dikomandoi, ia muncul dalam mimpi yang pasti' -Ciara- Bagaimana Ciara mengatasi semua perasaan yang ada? Maukah kamu membantu Ciara menjadi teman ceritanya?
All Rights Reserved
#347
cat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Kekasih Halal [TERBIT]
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • Wa'alaikumussalam Pelengkap Iman ✔
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Assalamualaikum Calon Imam ✔
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI)

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

More details
WpActionLinkContent Guidelines