Ummu Hurairah

Ummu Hurairah

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2020
Apakah wanita tidak boleh terlalu menyayangi kucing? Terlepas dari mitos-mitos yang mengatakan jika bulu kucing berbahaya untuk wanita. Apakah gelar Hurairah hanya ditujukan untuk laki-laki dan seorang muslim yang taat saja?. Semua pertanyaan itu telah tertanam sejak Ciara kecil. Sampai suatu hari ciara bertemu dengan seseorang yang dapat memberikan jawaban yang tepat sekaligus mengisi hatinya yang sebetulnya malah menambah masalah baru dikehidupan Ciara. *** 'Di siang hari aku berjanji untuk melupakannya, namun bagaimana bisa malam harininya tanpa dikomandoi, ia muncul dalam mimpi yang pasti' -Ciara- Bagaimana Ciara mengatasi semua perasaan yang ada? Maukah kamu membantu Ciara menjadi teman ceritanya?
All Rights Reserved
#16
cintaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • Qanita
  • mencintaimu dalam do'a
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • TULUSNYA CINTA SAKHA (TELAH TERBIT)
  • Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI)
  • Wa'alaikumussalam Pelengkap Iman ✔
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines