DIARY OF ANANDA

DIARY OF ANANDA

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2019
Tiga orang sahabat yang memiliki segudang masalah dikehidupannya. Entah itu persahabatan,keluarga,bahkan percintaan. Dara yang diam-diam menyukai Nantha pacar sahabatnya sendiri. Disaat Nantha yakin bahwa dirinya dan Nisa sudah cocok,tiba-tiba sebuah fakta muncul membuat Nantha marah besar pada kedua sahabatnya. Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia? Atau justru berakhir menyedihkan? Cover by: diaryputih
All Rights Reserved
#26
hitz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANARAN
  • ATHALARIQ
  • Miracle (Completed)
  • Gone(✔)🔚
  • Arina or Arisa? (Completed)
  • VerDinda [SELESAI]
  • Absquatulate [Sudah Terbit]
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • PEKA
ANARAN

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah

More details
WpActionLinkContent Guidelines