We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Perfect Boyfriend

The Perfect Boyfriend

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Wajahnya kini berubah menjadi merah karna malu. Iya, wanita cantik itu malu karena diejek oleh seorang anak kecil didalam bus. Bagaimana tidak, dia telah membuat pulau di baju pria tampan yang duduk disebelahnya. Untungnya pria tampan itu masih memejamkan matanya sambil memakai headphone di kedua telinganya. "sstttt... " . Wanita cantik itu memberi isyarat pada bocah itu agar tidak mengejaknya lagi dan tidak memberi tahu si pria itu tentang bajunya. Tapi percuma saja, pria itu membuka matanya. "Kau--?".pria itu melotot pada wanita itu. Wanita cantik itu mengumpat, buru-buru membersihkan baju yang tak sengaja ia kotori dengan air liurnya saat tertidur tadi. "Maaf.. Maaf". Wanita itu mulai gugup dan merasa sangat malu. "lain kali jangan tidur di bahuku lagi". Pria itu menutup matanya kembali. Sedangkan si bocah sedari tadi masih menertawakan si wanita itu. Betapa sialnya dia hari ini. Wanita itu mengerucutkan bibirnya, ia sangat kesal pada laki-laki ini. Sejak pertama bertemu ia memang sudah sangat kesal melihat wajahnya. Dia memang tampan, tapi saat berbicara dengan wanita ini, wajahnya berubah seperti singa yang kelaparan. Kata-katanya selalu menusuk hingga ke hati. "aku benci hari ini." umpat si wanita itu dalam hatinya. ~gimana ? Kalian penasaran nggak sih sama si pria tampan itu? Pasti B aja yah? Hihihihi,, maklum lah, ini karya pertama aku, semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • KILLALFA
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Come Back to Me (Completed)
  • Hunaif Love Hanifa...???
  • Angel
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Be Yours

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines