We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MiliAndra

MiliAndra

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku tak pernah menunggumu. Kamu pun tak pernah sengaja datang. Tapi entah mengapa Tuhan datang memberi isyarat untuk kita melabuhkan cinta ini di Muara yang sama ( by: MILI ) ". "Di akhir hari, tak ada yang lebih kubutuhkan selain Cinta ( by: ANDRA ) ". "Rasanya ingin saja ku tumpahkan coffe pahit itu dulu, tapi bolehkah kau menjaganya untuk ku sekarang, tuhan. Karena tak selamanya pahit akan menjadi pahit seutuhnya, karena coffe itu, ku temukan sosok dirinya yang menjadi pemanis hidupku ( by: MILI )". "Jika aku adalah kata maka tak ku biarkan siapapun menuliskan hal buruk tentang kekasih ku ( by: ANDRA )". "Karena Cita yang Mulia kutemukan dirimu disana ( by: MILI )". Inilah kisah antara Mili dan Andra yang tak sengaja dipertemukan. Tekad yang sama dan cita-cita yang mulia mengantarkan mereka untuk merajut asmara bersama, Mili adalah seorang Jurnalis dan Andra adalah seorang dokter tampan yang keduanya ditugaskan di daerah berkonflik dan dari sinilah kisah mereka dimulai Haiiiiiiiii....... Semoga kalian tertarik dengan cerita ku ya
All Rights Reserved
#24
dramaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sedikit Waktu -SELESAI-
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • ZAWIL
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • i love komandan S1-♡
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Aku ungkapkan segala rasa yang tersimpan. Hingga, pada akhirnya hati menyadari satu hal. Semua yang begitu indah di angan, tidak harus selalu menjadi kenyataan. Sebab, masih ada harapan yang dimiliki semesta. "Jangan kecewa, aku di sini berhak untuk melindungimu. Meskipun, tak ternilai dalam rasa, perhatianku mampu menjadi air yang meluluhkan kamu. Sekeras apa pun itu." Tekad terucap dari Andra, saat melihat bulir di pipiku tak kunjung henti berjatuhan. Memeluk erat, hingga membuatku tak tersadar. Perlahan, dia membisikkan kata yang belum pernah kudengar. Lebih dari cinta, dan aku beruntung mendapatkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines