TIGA JAM

TIGA JAM

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 15, 2019
3 jam yang tak bisa membuatku bergerak dan bernafas bebas adalah mimpi terburukku. Karena aku tak pernah menginginkan semua itu terjadi, terutama dalam kehidupanku. Aku menyesal mengikutinya, aku menyesal menjadi orang yang hobi penasaran, tapi aku tak menyesal bercita-cita memakai seragam orang itu. Aku tak tau aku merasa lega atau perih.
All Rights Reserved
#58
penculik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • TEOLOGI CINTA
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • A Million Other Things
  • Forbidden Love
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • Nightmare
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Jadi Antagonis Twins (On Going)

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines