Story cover for "REMORSE" by MichioRei
"REMORSE"
  • WpView
    Reads 145,663
  • WpVote
    Votes 10,294
  • WpPart
    Parts 51
  • WpView
    Reads 145,663
  • WpVote
    Votes 10,294
  • WpPart
    Parts 51
Complete, First published Jun 04, 2019
Bagaimana rasanya berada disuatu tempat yg terlihat hangat di depan namun jika kau berada di dalamnya, mungkin kau akan mencari segala cara agar dapat keluar dri situ? Itulah yang dirasakan oleh seorang pemuda yg memiliki senyum dan mata yg indah, senyum yg selalu memperlihatkan gigi kelincinya itu.

Senyum? apakah dia masih dapat tersenyum dalam situasi tersebut? 

Seperti apa kebahagiaan menurut kalian?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add "REMORSE" to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Hingga Tak Ada Lagi Luka cover
June | PJM cover
I'M WITH YOU (VKook) cover
Reason cover
[END] ✔Gomawo Hyung,Keurigu Mianhae cover
KIM TAEHYUNG - ALL HE WANTS cover
I'm Me, not Him! (Can I Hope? Book 2) cover
Jiwa Raga (End)  cover
SERENDIPITY | PJM ✔ cover
wrong time  [ TAMAT ] cover

Hingga Tak Ada Lagi Luka

26 parts Ongoing Mature

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.