Yang Menjadi Jejak

Yang Menjadi Jejak

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 15, 2019
Puisi yang tertuang di dalamnya ditulis secara spontan. Ketika saya melihat, merasakan, mendengar maupun mengalami perisriwa yang dilalui. Karena setiap peristiwa yang ada membuat daya imaji merasa gatel untuk dituliskan. Hingga akhirnya rasa gatel itu tertuang dalam bentuk puisi. Dan pasti ada rasa pias setiap satu puisi ranpung, karena rasa gatel iti pun terselesaikan. "Yang Menjadi Jejak" adalah judul kumpulan puisi ini, alasan saya mengambil judul tersebut karena puisi-puisi yang ada yakno hasil dari banyaknya renungan pribadi atas semua kejadian yang diterima baik melalui orang lain maupun diri sendiri. Adakalanya puisi yang lahir timbul dari keisengan yang spontan kemudian secara tak disengaja jadilah sebuah puisi.
All Rights Reserved
#48
al
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diam
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Semua Yang Sirna
  • Menanti dalam istiqomah
  • love's poetry
  • Air Mata Cinta
  • Lembut Seperti Doa
  • Can You Give Me One More Chanche
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
Diam

Diam bukan berarti bungkam Karena diamku berontak Karena diamku menolak Karena diamku menanti Karena dengan diam, aku meminta izin pergi **** Tak memaksa membaca, sebab bacaan perihal rasa Bila sudah nyaman Tetap posisikan pada zona aman Jika mendapat makna yang membekas, tak perlu menyelesaikan lekas-lekas Bila kopimu dingin menunggu, sungguh aku tak bermaksud begitu Baiklah, ucap pamitku agar tak pekat bosanmu --SajakDN

More details
WpActionLinkContent Guidelines