Terjal [Edisi Revisi]

Terjal [Edisi Revisi]

  • WpView
    Reads 1,353
  • WpVote
    Votes 615
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2020
Bagi Saira, hidup seterjal apapun adalah perjuangan. Selayaknya mendaki gunung, tak selalu terjal yang kita lalui, tapi ada juga landai yang akan kita temui. Bagi Saira hidup juga bukan hanya kebetulan, tapi hidup adalah perjalanan, dimana jalan yang kita tempuh sudah diatur oleh Tuhan. Itulah kata-kata yang ia rangkai dan tepat untuk di tujukan kepada pria bernama Resh. Seorang pria korban kesibukan orang tua yang melarikan diri pada teman satu geng dan hobi berkelahinya. Sesekali Saira juga ikut terlibat dalam masalah yang dihadapi dan di perbuat oleh Resh. Bahkan ketika pria itu mulai menyiram benih-benih cinta sehingga tumbuh di hatinya, Saira tak menolak, justru dia menyambutnya. Meski tak pernah ada kata pengakuan atas cinta mereka, melainkan kata perpisahan yang menjadi akhir dari segalanya. Namun Saira tak menyesali pertemuannya dengan Resh. Sebab bagi Saira "Tuhan tidak pernah salah dalam menuliskan takdir manusia"
All Rights Reserved
#561
gangster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waiting Room [TERBIT]
  • ALGIS ✓
  • Menunggu Senja Kembali
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • When Two Hearts Collide
  • For My Life (END)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • reminisce before I go

Banyak sekali luka yang ditoreh dari sebuah ruang sederhana yang semestinya menjadi tempat bertumbuh: keluarga. Bagas dan Arjuna akhirnya diam-diam mencibir diri sendiri. Terkadang meradang juga ketika satu-satunya-ibu-yang tersisa sama kerasnya dengan mereka berdua. Aneh pula rasanya ketika seseorang berkunjung di Rabu siang kala itu. Namanya Lika. Bagas pernah membual tentang "rumah trauma" yang ia bangun bersama Arjuna dan Ibunya saat dengan Lika. Bagas ingin bebas, tapi masih terasa terkungkung. Arjuna yang masih terpenjara masa lalu, belum siap menerima konsekuensi atas segalanya. Sang Ibu yang pasif namun agresif itu terus meracau sejak tujuh tahun lalu. Rumah dan keluarga menurut Bagas serta Arjuna bukanlah sesuatu yang indah, malah justru membuat perutnya nyeri saking kacau balau dibuatnya. Ini tentang luka dan trauma yang ingin sembuh di sebuah ruang riuh yang sudah lama hampa. ©️ hejtrias, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines