"Lo tau? Lo adalah cahaya yang nggak akan pernah berhenti bersinar."
"Nggak, lo salah. Gue bukan cahaya. Sekalipun itu gue, gue nggak akan pernah bersinar terang. Lagipula, nggak ada satupun cahaya yang mampu bertahan, semua akan meredup begitu tiba waktunya."
"Tapi, nggak bagi gue. Bagi gue, seredup apapun cahaya, ia akan terus bermakna. Karena cahaya adalah sumber harapan. Dan, karena adanya harapan itu, cahaya akan terus bersinar."
"Jadi, apa maksud lo?"
"Cahaya dan harapan adalah suatu ikatan yang saling menyempurnakan. Cahaya tak akan bersinar tanpa harapan. Dan harapan bersumber dari cahaya."
"Lalu?"
"Sama seperti kita. Lo adalah cahaya sumber harapan bagi gue,dan karena adanya harapan gue, lo akan terus bersinar."
"Jadi, kita adalah cahaya dan harapan."
Sebuah lika liku kisah,
Tentang Cinta
Tentang Persahabatan
Tentang pengorbanan
Tentang takdir
Dan, tentang cahaya yang kehilangan harapan.
~Genre : Romance Fantasy.
________
Tanggal publish : 05/06/19
Mata adalah indera paling jujur pada diri manusia, mungkin mulut tak lagi bisa berbicara namun mata mampu menjawab segalanya .
maka tatap la mataku banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu antaranya adalah aku sangat takut kehilanganmu .
mungkin telingamu tidak mungkin bisa mendengar saat mataku mengatakannya, tapi aku yakin hatimu pasti merasakannya .
Tapi bisa saja keyakinanmu membawa sakit . karena tak sesuai dengan harapan ! Terkadang kita perlu merasakan bahwa Realita dibuat tak semanis harapan .
Lebih baik berhenti !
Sepandai pandainya kamu menyimpan harapan yang tidak pasti, cepat ato lambat harapan itu juga yang akan mengahancurkanmu .
Namun Cinta tak pernah datang terlambat, dia datang tepat waktu, hanya kita yang terlalu banyak mengharapkan sesuatu . Padahal Cinta tau kapan dia akan pergi dan kapan dia akan datang .
Semua itu hanya perlu berdoa, dan Mengiklashkan . :)