AINUN
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2020
Masih awal nulis. Kritik dan saran yang membantu sangat saya butuhkan. Terimakasih. Di tepi pantai yang menampakan keindahan matahari yang akan tenggelam, menampilkan senja yang begitu memukau untuk di pandang. Disini. Di tepi pantai, Dia seorang diri menikmati keindahan senja yang Allah ciptakan. Mengingat setiap keping-keping kenangan yang sudah terlewatkan. Inilah takdir Allah. "Aku selalu disini, menantimu untuk kembali yang entah sudah berapa lama pergi yang tak jua kembali. Bersama senja yang setia menemaniku". Derai air mata yang menggambarkan betapa rapuhnya dia saat ini. Ainun El Zahro
All Rights Reserved
#61
ainun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Senja [VERSI REVISI]
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Tahajjud Cinta [END]
  • ketika ku harus memulai tuk berhijrah
  • ZARAIDEN [End]
  • Izinkan Aku Untuk Berubah

[Sequel Ameera] "Jikalau kamu mengajarkan aku pergi saat pergantian hari, aku akan mengajarkanmu menunggu setiap hari." "Tiada yang lebih indah saat berdua bersamamu saling bersujud di atas tanah yang sama, kemudian menengadahkan tangan dengan aamiin yang sama." "Tapi, apakah selamanya akan begitu?" "Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apakah selamanya akan begitu? Bukankah jodoh, rezeki, dan maut sudah menjadi takdir yang tidak dapat diubah?" "Percayalah. Tujuanku hanya kamu. Kamu adalah senja yang selalu kurindukan setiap hari. Kamu adalah senja yang menghangatkan dengan sinar jingga yang selalu memikat mata. Kamu adalah senja tempatku pulang sebelum aku akhirnya mengerti arti pulang yang sesungguhnya." _________________ Senja, suatu keindahan panorama langit di sore hari di saat matahari perlahan tenggelam. Di mana ada seruan Maghrib yang teduh, dan dilanjutkan menggelar sajadah untuk menghadap pencipta. Namun, ini Tentang Senja, Senja Alsya Assyifa, anak pertama dari Raditya dan Ameera, sekaligus sahabat yang dikagumi oleh Arrayyan Ihsan Alfakhri. Rayyan, putra tunggal yang menjadi kebanggaan keluarganya, memilih mengikuti kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib yaitu mencintai dalam diam. Hingga akhirnya ia tak dapat memendamnya lebih lama. Ia ungkapkan segalanya walau ia sadar yang dicintai adalah sahabatnya. Namun, jalannya tak semulus kisah Sayyidina Ali setelah mengungkapkan perasaannya kepada Ayahanda dari Fatimah Az-Zahra. Ada banyak kecewa yang didapat Rayyan. Ada air mata yang terbuang dari orang-orang karena kejujurannya. Akankah kebahagiaan akan berpihak padanya? Akankah ia bisa duduk berdua dan saling memandang senja yang sama? CERITA FIKSI!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines