We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melancholic Crown

Melancholic Crown

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Lady Sasha Persefonee putri seorang Earl yang cantiknya luar biasa, rambut dan pupil matanya senada dengan warna brunette yang begitu indah, dia tinggi, berkulit putih dan tentu saja ramah. Di kediamannya ia menjadi satu satunya yang paling dikagumi. Selaras dengan elemen Dewi Yunani yang melekat diakhir namanya, ayahnya, Lord Eugene seraya berdoa bahwa putri semata wayangnya akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita yang bahkan siapa saja akan terhipnotis oleh parasnya yang rupawan tepat saat mereka terjatuh dalam lingkaran kelopak mata coklatnya. Namun siapa sangka bahwa nama akhirnya juga menjadi jampi akan reinkarnasi nasib yang sama persis dialami oleh Dewi Persefonee dimana keelokannya membawa petaka untuk menikah dengan Dewa Kematian dan hidup dalam kegelapan yang abadi?
All Rights Reserved
#596
pernikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE
  • Queen Of Beauty
  • She's My Baby(Completed)
  • Prince From Nowhere
  • Tepi Lintang (HIATUS)
  • Clearwater Kingdom [Jaemin Heejin Heeseung][END]
  • 3. Be His Prisoner [SUDAH TERBIT]
  • my first love s1 ✔
  • Lupakan Aku Dan Berlayar Lah
  • Kinandara | Kim Dahyun ✔️
FATE

Cerita one shoot , two shoot dan shoot shoot lainya ya... *cerita ini hanya fiksi belaka, jangan mengaitkan hal hal yang berada di dalam cerita ini ke dunia nyata, saya hanya meminjam nama dan tidak lebih, untuk cerita saya buat sendiri ya, tidak untuk di jiplak seenaknya dan tanpa seijin authorrrrr, terima gajihh 🙏 "Aku tahu dewa, ini sedikit egois... tapi ijinkanlah aku yang terkutuk ini mempunyai nasib" . . . "Ijinkan aku ke sana ayahanda , dan jika benar demikian, tanganku yang akan melenyapkanya" . . . "Jangan salahkan Dunia, dia tidak tahu apa apa, dia hanya menjadi tikar di mana peran manusia di lakonkan... . . " Berhentilah menatapku , lama lama liur mu berpindah ke mata ... "sialan ..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines