We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Way

The Way

  • WpView
    Reads 552
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Hampir seumur hidup Dhita menjalani hari bersama Na Jaemin, sahabatnya. Sialnya, dia juga harus menjalani harinya bersama perasaan hati yang seharusnya tak ia miliki pada sahabatnya itu. Lalu ada Huang Renjun, murid pindahan yang duduk dibelakang kursinya. Laki-laki yang memiliki hobi yang sama dengannya, menggambar.
All Rights Reserved
#90
huangrenjun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sulung
  • sepupu favorit ku [S1]
  • At a Glance (NOREN)
  • 1 Kakak 6 Adik│NCT DREAM
  • [2] My First And Last || Nominren ✔ [PDF]
  • -KAKA KELAS- |SungRen
  • 🍬𝗕 𝗨 𝗖 𝗜 𝗡🔞✓
  • lovemates ✔️
  • -ON TRACK- {JaemRen}☑️
  • [FF NCT DREAM] EVEN IF
Sulung

Fondasi terkuat dari tiap pasangan yang ada di muka bumi ialah seorang anak. Di anugrahi seorang anak memanglah membahagiakan tapi bukan berarti anak itu harus di kucilkan apabila ia tak sanggup tuk raih apa yang orang tuanya mau. Seperti anak sulung keluarga .... yang selalu di tuntut ini dan itu, yang selalu di minta untuk sempurna, yang di minta untuk mengharumkan nama baik keluarga, yang selalu di cap salah dalam hal yang ia lakukan. Bahkan kesalahan yang di perbuat belum tentu menjadi kebwnaran bahwasannya anak malamg itu bersalah. Tidakan ini justru tanpa di sadari, membuat anak sulung itu juga akan rapuh, tak selamanya ia dapat menjadi sempurna ia akan mendapat kekurangan, tidak selamanya ia dapat mengharumi nama baik keluarga. Ia juga manusia yang mudah rapuh, jangan terus tuntut ia melakukan hal yang tidak selalu dirinya bisa untuk lakukan, jangan buat anak itu di benci oleh orang terdekatnya akibat tingkah para orang tua yang membatasi kesosialitaannya pada dunia luar selain rumah. Biarkan ia mendapat sandarannya sendiri untuk menangis dan bercerita, biarkan ia bebas sejenak dari kata-kata yang terombang-ambing dalam pikirannya. Jangan paksakan banyak hal pada dirinya. ''Ayah, Bunda, maaf- Esa belum bisa jadi anak yang baik buat kalian ...'' ''No, udah dulu ya, Nak. Nanti dadanya sakit, Esa itu anak paling hebat yang pernah ayah miliki.'' ''Esa, sayangnya Bunda. Semangat terus ya biar bisa bareng lagi sama kita. Nanti Bunda janji bakal bawa sama masakin semua yang Esa mau, oke!?'' ''Bang, Esa ... Jidan mau abang temenin main nanti.''

More details
WpActionLinkContent Guidelines