Cold Boy

Cold Boy

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 22, 2019
"Eh jangan tarik - tarik gue dong!"gumam Gia dengan nada pelan. tetapi lelaki tidak menggubis ucapannya,hingga sampai di taman belakang sekolah. "Lepas!"ujar Gia dengan menunduk. lelaki itu melepaskan tangan Gia dengan lembut. "Kenapa?"tanya Guanlin dengan dingin. "Apa?"tanya Gia tanpa menatap wajah Guanlin. "Ngejauh"balas Guanlin dengan tatapan tajam dan dingin. "Gue ga ngejauh lebih tepatnya nyerah"lirih Gia pelan sambil menatap Guanlin yang geram akan ucapannya. "Ga boleh!" Gia menatap Guanlin dalam diam. Bingung dengan kelakuan lelaki yang dihadapannya ini. "Lo milik gue!"tegas Guanlin dengan memegang kedua bahu Gia sedikit keras.
All Rights Reserved
#767
mine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Veerlant (REVISI)
  • U are
  • Dear You
  • Ali Arkhan
  • Zenna Story
  • Because You {ON GOING}
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Lembaran Coretan
  • No Longer Mate

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines