Arti Titik

Arti Titik

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2019
Aku Ica, aku memang egois melakukan hal itu saat dikelas, tapi aku menjaga pribadiku sebagai wanita. Perasaan suka dan nyaman, akupun merasakannya, sedih dan senang hidup ini hanya biasan cahaya diatas langit. Syawal namanya, semua karena pertemuan ini. Hingga aku tahu bahwa, hidup bukan tentang bagaimana bahagia, caranya memiliki, sekedar nyaman. Aku mengerti karenanya... Titik dalam sejarahku adalah akhir ceritaku, begitupun kamu. Syawal. Aku menuliskan ceritaku bukan untuk hal yang harus membuat orang lain tahu ceritaku, tapi untuk menyimpan semua kenangan melewati tulisan. Sejarah abadi yakni tulisan. Jika tak kau tulis, sejarahmu akan hilang bersama waktu.
All Rights Reserved
#236
sendu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Full Of Scratches
  • SalFlo
  • AYLIN
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Me and My World

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines