Anna-Leo

Anna-Leo

  • WpView
    Reads 1,561
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"kamu cantik" Leo menyingkirkan rambut Anna yang menghalangi wajahnya dan memandang wajah Anna dengan penuh cinta. "kaka udah bilang itu beberapa kali" jawab gadis itu sambil tersenyum memamerkan gigi rapihnya. "ohya?" Tangan Leo turun mengelus pipi mulus Anna tanpa memutuskan pandangannya. "Ng-ngeliatinya jangan gitu" "Kenapa?" "Ak-aku ..." Cup Anna melotot kaget disaat Leo menciumnya tepat di bibir merahnya,bayangkan saja ini dikebun belakang rumah lelaki itu,kalau ada yang liat bagaimana?! "kakak nanti ada yang liat" Anna memandang waswas kesekelilingnya takut ada yang liat. "cuma ada kita berdua" "tetep aja gaboleh sembarangan" "yaudah" "yaudah apa?" "yaudah kita lanjutin" tanpa menunggu lama Leo langsung menempelkan bibir keduanya dan memangutnya,mereka berciuman cukup lama dan Anna terpaksa mendorongnya karna kehabisan nafas. "you"re mine" detik selanjutnya Leo langsung mencium Anna lagi lebih lama dan lebih intim. Ini cerita pertama akuu😅 semoga sukaaak Follow dulu sebelum membaca (Privat acak)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • ZiBos : Sippin' [END]
  • ANTARIKSA [END]
  • A-String [TERBIT]
  • KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT)
  • ALWAYS LOVE YOU
  • Roommate With Benefits
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines