Sendiri (SELESAI)

Sendiri (SELESAI)

  • WpView
    Reads 966
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 26, 2021
Kau tidak akan pernah tau betapa sulitnya aku menjalani hari-hari yang pelik dan terasa sangat panjang. Menelusuri lorong-lorong waktu, berada di tengah canda tawa yang terus menghantui telinga ini Aku ada tapi hati ku tidak. Ya, aku tidak merasakan keramaian itu dalam diriku. Aku tidak pernah mengerti mengapa Tuhan selalu saja membuat ku merasakan ini. Tidak, aku tidak pernah membenci Tuhan. Aku sering marah pada keadaan ini, tapi setelah itu aku berpikir untuk apa ? toh aku percaya Tuhan selalu membuat jalan cerita hidupku lebih indah dari apa yang ku harapkan, Hanya saja di setiap perjalan hidup ku Tuhan selalu memberikan kejutan yang tak pernah terduga. Aku mencintai hidupku, tapi aku mulai membenci harapan. rasa nya aku tidak ingin mengharapkan apapun, diriku sudah berkarat, luka-luka dihatiku kian menganga dan enggan untuk sembuh. bukan, bukan aku tak ingin menyembuhkan. Hanya saja aku selalu tak mampu menyembuhkan luka ini sendirian. Jika kau mau membantu ku, cukup dengarkan saja aku. Aku hanya ingin di dengar, dan itu membuat ku lebih baik. ---------------------♡----------------- Please suport Meicee dengan memberikan vote:) thx u!
All Rights Reserved
#52
bangkit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Cempaka Terakhir ✔
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Full Of Scratches
  • Yang Tertinggal
  • Cerita Tentang Kita

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines