Tentang Rasa

Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 9, 2019
Tak terasa waktu dimana kita akan berpisah pun telah tiba. Mau tak mau, sanggup tak sanggup, aku harus memaksakan diri untuk mau dan sanggup atas perpisahan ini. Bukannya aku tak sadar bahwa setiap pertemuan insan pastilah ada perpisahan, hanya saja sulit meyakinkan hati yang sudah terbiasa dengan kebersamaan tiba-tiba berada di labuhan perpisahan. Yang mengartikan bahwa senyuman manismu yang akan pudar, pandangan indahmu yang turut musnah, sapaan halusmu yang ikut tiada, dan kehadiran berkesanmu yang segera menghilang. Tapi semoga ini bukanlah akhir dari segalanya. Seperti halnya kisah Adam dan Hawa, yang awalnya bersama lalu terpisah, meski dalam kurun waktu lama mereka tak saling bertemu. Namun kemudian Allah kembali membersamakan keduanya. Perpisahan kita hanya sebatas jarak dan tempat bukan? Maka akan ku dekatkan jarak dan tempat diantara kita dengan kicauan sejuta doa.
All Rights Reserved
#167
tentangrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAIFA HALUKI??
  • Rangkaian Aksara
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Antara Aku Kau dan Rahasia
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Masa Sma Kita {bL Story} I| Tamad
  • The Young Marriage [SALSHABILAADR & ALVAROMALDINI]
  • Jodohku Sahabatku 2
  • love is limited to brother and sister [cmpltd✔]

nada itu terdengar hampa sunyi menyelimuti ruang hatiku gambaran paras ayu yang tak luput dari pujaan tetes air mata menemani khayalan akan sebuah kebersamaan namun tak ayal ketika semua berubah menjadi sebuah guratan luka yang tak kunjung pudar sakit tak bisa ku tahan takdir tak bisa ku lawan hanya keikhlasan yang harus kulakukan.. jangan titah aku tuk melupakan biar aku simpan tentangnya sebagai sebuah kenangan yang terindah by: adyatma serkan ramazan

More details
WpActionLinkContent Guidelines