Efemeral

Efemeral

  • WpView
    LECTURAS 411
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadConcluida sáb, ago 10, 2019
Aku terdiam menatap laut di bawahku dari atas jembatan. Badanku terasa mati, terhanyut oleh hiruk-pikuk kendaraan tengah malam yang tak terlalu ramai ini. Kemeja putih lusuhku terasa menyesakkan dada. Celana kain hitamku juga tak kalah lusuhnya dari kemejaku. Huh. Hidup ini sudah sangat berat, padahal usiaku saja baru menginjak umur 34 tahun. Ibu, aku rindu senyummu dan sup hangatmu yang selalu kau sajikan tiap malam untukku. Sekarang harus kemana aku berkeluh kesah? Pekerjaan yang menumpuk membuatku kesulitan mengimbangi kehidupanku, bu. Kehidupan di ibukota memang selalu sulit. Ah, memang lebih baik aku melompat saja dari sini! Aku tak tahan lagi. Semua ini seakan-akan menghantuiku. Maafkan aku, bu. Hey, bukankah itu suara isakan?
Todos los derechos reservados
#19
senandika
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Gadis Senja(TAMAT)
  • Me and My World
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Memories in Moon
  • Senja dan Jingga
  • Arkan & Bandung
  • Confused
  • JINGGA (Saat Kenangan Perlahan Memudar)©
  • TOO MUCH (Tamat)

"Dari Senja Aku belajar apa itu Ikhlas" Dibawah lukisan yang Tuhan ciptakan. Semburan jingga yang memabukan pun memilukan. Gadis itu bersimpuh, terdiam tanpa sepatah kata pun. Pikirannya melayang pada tiap memori yang ia lewati bersama pria setengah fajar nya. Hatinya menjerit, suaranya melengking naik, air mata tak berhenti mengucur. Pandangannya terpaku pada gundukan tanah didepannya, yang telah mengubur separuh dunianya. "Dihari ini dan waktu ini. Kamu melepas genggamanku! Ini lebih buruk dari mimpi buruk sekalipun. Dulu Aku punya Dirimu, dan sekarang Aku hanya punya Aku dan semua kenangan Kita"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido