Story cover for Efemeral by surastamita
Efemeral
  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 14
Complete, First published Jun 07, 2019
Aku terdiam menatap laut di bawahku dari atas jembatan. Badanku terasa mati, terhanyut oleh hiruk-pikuk kendaraan tengah malam yang tak terlalu ramai ini. Kemeja putih lusuhku terasa menyesakkan dada. Celana kain hitamku juga tak kalah lusuhnya dari kemejaku.

Huh. Hidup ini sudah sangat berat, padahal usiaku saja baru menginjak umur 34 tahun. 

Ibu, aku rindu senyummu dan sup hangatmu yang selalu kau sajikan tiap malam untukku. Sekarang harus kemana aku berkeluh kesah?

Pekerjaan yang menumpuk membuatku kesulitan mengimbangi kehidupanku, bu. Kehidupan di ibukota memang selalu sulit.

Ah, memang lebih baik aku melompat saja dari sini! Aku tak tahan lagi. Semua ini seakan-akan menghantuiku. Maafkan aku, bu.

 Hey, bukankah itu suara isakan?
All Rights Reserved
Sign up to add Efemeral to your library and receive updates
or
#434senandika
Content Guidelines
You may also like
Canvas of Love (Tamat) by GaluhCahya8
34 parts Complete
Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.
You may also like
Slide 1 of 10
BYE, MANTAN! (TAMAT) cover
H(our)s cover
Haruskah Aku Menunggumu? (REVISI) cover
Villain Also Has A Reason [END] cover
Canvas of Love (Tamat) cover
Confused cover
Me and My World cover
JINGGA (Saat Kenangan Perlahan Memudar)© cover
Arkan & Bandung cover
Memories in Moon cover

BYE, MANTAN! (TAMAT)

36 parts Complete

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"