Efemeral

Efemeral

  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku terdiam menatap laut di bawahku dari atas jembatan. Badanku terasa mati, terhanyut oleh hiruk-pikuk kendaraan tengah malam yang tak terlalu ramai ini. Kemeja putih lusuhku terasa menyesakkan dada. Celana kain hitamku juga tak kalah lusuhnya dari kemejaku. Huh. Hidup ini sudah sangat berat, padahal usiaku saja baru menginjak umur 34 tahun. Ibu, aku rindu senyummu dan sup hangatmu yang selalu kau sajikan tiap malam untukku. Sekarang harus kemana aku berkeluh kesah? Pekerjaan yang menumpuk membuatku kesulitan mengimbangi kehidupanku, bu. Kehidupan di ibukota memang selalu sulit. Ah, memang lebih baik aku melompat saja dari sini! Aku tak tahan lagi. Semua ini seakan-akan menghantuiku. Maafkan aku, bu. Hey, bukankah itu suara isakan?
All Rights Reserved
#30
jembatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BALADA KEHIDUPAN
  • TOO MUCH (Tamat)
  • JINGGA (Saat Kenangan Perlahan Memudar)©
  • H(our)s
  • Gadis Senja(TAMAT)
  • The Fate Of My Life (END)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Confused
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)

Tentang balada kehidupan Setiap orang tentu mempunyai cerita atau kisah hidup yang unik,bahagia, atau mungkin memuakan, tapi itu lah hidup bak drama yang tak berkejelasan dan sukar untuk ditebak, namun dibalik itu kisah masa lampau selalu menjadi topik yang renyah untuk di bahas dikemudian hari, entah itu dibahas dengan pemeran yang ada dalam kisah itu atau mungkin sebagai dongeng untuk pengantar tidur anak anak kita,misalnya. Kisah ini bukan lah kisah yang akan membuat berdecak kagum atau memberi kalian sugesti untuk menjadi lebih baik (kalau pun kalian menjadi lebih baik setelah membaca buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih). Namun kisah ini akan mengantar kalian kembali ke masa masa yang (mungkin) pernah kalian alami sendiri. Ulam tawa semesta adalah nama seorang manusia yang terlahir dari keluarga sederhana, menjalani masa kecil dengan penuh kebahagian, kasih sayang orang tua yang tak terhingga untuknya menjadikan dia seorang laki laki sedikit manja dan cengeng, memasuki usia remaja berbagai macam kenakalan remaja sudah dicicipnya, perkelahian dan tawuran seolah olah sudah menjadi olahraganya sendiri, meskipun begitu, otaknya terbilang cerdas dengan dibuktikan peringkat kelas selalu berada ditangannya, menjadi mahasiswa dan menjelma menjadi aktivis "kiri" semakin menjelaskan untuk apa dia hidup, perjudian,pertemanan,percintaan, dan kehilangan orang tersayang mewarnai jalan hidupnya, namun tuhan selalu punya kejutan untuknya, yang berhasil membuatnya selalu berucap syukur. Pesanku, ketika kalian membaca buku ini sebaiknya jangan sedang mengemudikan mobil, sebab aku tak mau buku ini di kambing hitamkan apabila kalian menabrak tiang listrik, tapi kalau mobil kalian sudah memakai sistem driver-assistance, menurutku tak apa. Salam damai dan salam hangat dariku untuk kalian dimanapun berpijak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines