Story cover for Without You by KalindaMaria
Without You
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 07, 2019
Karena jadi diri sendiri itu lebih menyenangkan, jauh lebih menyenangkan daripada berkhayal, berharap, dan mengejarmu..
Sahabatku mengajarkanku tentang bagaimana merangkai sebuah cermin yang pecah. Mereka punya cerita menyakitkan yang membuatku mengambil makna yang membuatku semakin berniat menghilangkan sebuah rasa, yang begitu lama terpendam..

Sahabat adalah orang yang tidak pernah bosan meninggalkan ocehanmu. Itulah kalimat rangkaian Raline Pratiwi, mahasiswi diUniversitas ternama dikotanya. Seorang gadis pecinta matematika, tak diragukan, jurusan matematika  ia ambil diuniversitasnya. Disitu Raline bertemu seseorang yang membuat hatinya dipermainkan,  bayangkan bagaimana rasanya mencintai begitu dalam lalu ditinggalkan begitu kelam?
Tetapi semua ratapannya dihilangkan sahabatnya. Hingga suatu tragedi besar terjadi, suatu perpecahan terjadi, dan semua kembali pada kesendirian.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Without You to your library and receive updates
or
#374alone
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Everything Happens for a Reason cover
Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended) cover
Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir cover
Antara Cinta Dan Takdir Semesta  cover
The Selfless Lover [END] cover
Dear My Teacher (End) cover
LAST LOVE (Rahsya Naura) cover
AKU HANYA UNTUK NAURA cover

Everything Happens for a Reason

12 parts Complete

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.