Jalan
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Selama ini Cinta selalu menjalani kehidupannya seperti melihat mawar biru yang sangat disukainya. Kesan pertama saat melihat mawar biru yang tangkainya tertutup sempurna dengan daun membuatnya tahu cara yang menurutnya terbaik untuk menjalani kehidupannya. Cinta pikir caranya menjalani kehidupan sudah benar. Termotivasi dari mawar biru yang merupakan bunga pertama yng ditanamnya dan mengagumi plankton. Ternyata, semua mencekalnya, termasuk Dia yang menciptakan semua ini.
All Rights Reserved
#138
mawar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Gadis Ini Lahar
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • KAZANTA (SELESAI)
  • Dalam CintaNya (Tersedia di Google playbook)
  • "KITA"
  • [#ADWS1] BARA [SUDAH TERBIT]
  •  Gadis Bergaun Biru
  • ISTRIKU BIDADARIKU~

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines