Helianthus

Helianthus

  • WpView
    Reads 295,896
  • WpVote
    Votes 32,505
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 25, 2021
© Copyright by Lust Lucifer, June 2019 CERITAKU, OTORITASKU, HAK PREROGATIFKU. -Young Adult/Teen Fiction. But contain 18+. So be wise. -Typo, tidak EYD. -Notice this: plagiarism itu sama dengan mencuri. Jangan jatuhkan martabatmu hanya demi buah karya orang lain. Kesamaan nama/tokoh/kelompok tidak disengaja. **************************************** "Kenapa bunga matahari?" "Karena aku suka kuaci?" "Alasan konyol semacam itu?" "Kamu ingin aku alasan yang romantis seperti 'bunga matahari selalu menatap matahari', begitu?" . . . Farah. Gadis pendiam yang secara alami---sedikit banyak ia sengaja berniat begitu--- tersudut dalam kehidupan sosial remaja. Tampak tidak menarik untuk didekati, cenderung tidak diacuhkan. Merasa sulit untuk dicintai. Terbiasa menikmati kehidupan anti sosialnya. Namun sejatinya, jauh di dalam lubuk hatinya ia menginginkan seseorang datang dan menolongnya dari kesendirian. Awang. Yatim piatu sejak kecil dan diadopsi oleh keluarga Bhanurasmi. Epitome hidup dari kata 'puberty hits him like a truck in the right way'; memikat, tampan, cerdas, ketua OSIS dan memiliki aura seperti magnet yang menarik siapa saja untuk mendekat. Awang adalah sang surya bagi SMA Citra Nusa Metro Jayatri. Ia hangat dan ramah. Tapi tanpa orang tahu, Awang sedang membangun temboknya sendiri. Ia menolak orang lain terlibat lebih dekat dengannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • HOME {T A M A T}✔
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Little Strawberry Girl
  • SKRIPSUIT  ✔
  • where our hearts meet

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines