Perjalanan Hidupku [ REVISI ]

Perjalanan Hidupku [ REVISI ]

  • WpView
    Membaca 1,326
  • WpVote
    Vote 38
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadLengkap Kam, Mar 19, 2020
~Ketika keinginan tak selaras dengan kenyataan. Beginilah takdirku, aku hanya bisa pasrah sesuai kehendak-Nya. Keinginanku untuk terbang bersama bintang telah hilang bersama angan. Tetapi, mematuhi apa yang dikatakan oleh orangtua adalah yang paling di utamakan. Pepatah Jawa mengatakan "Wong tuwa kui malati." Artinya, "Apa yang dikatakan dan apa yang di tutur kan kepada seorang anak, itu bisa menjadi kenyataan." Ketika itu aku mulai tersadar, Bahwa menuruti apa yang dikatakan orangtua itu ada benarnya jua. Aku tau takdirku. Maka dari itu, aku berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang ada pada diriku. Semoga pilihanku kali ini bisa bermanfaat bagi masa depanku dan orang-orang di sekitar ku. ~Safinatul Hidayah. ..... Nb: Slow update :v Dikarenakan mimin lagi fokus kegiatan ponpest, mianhae ^^ ♡ Selamat membaca, Ini cerita pertamaku:) Semoga bermanfaat :) Jika ada benarnya dalam cerita ini, itu hanyalah milik Allah Swt. semata, Jika ada salahnya dalam cerita ini, itu dari kebodohan saya sendiri. Jazakumullah khoiron katsiroo💚 🌟ghaziah_ghassani🐝
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
allah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Satu Nama dalam Sujud
  • Santri Cool
  • ALEYA~~
  • Gus Your Mine!
  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • Dhazella, My Soul's Healer
  • Assalamu'alaikum, Hana! [Terbit]
  • Ayesha Transmigration
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • WHO IS ABOVE DINAR ?

PESAN 💌; SEBELUM MEMBACA, DIHARAPKAN FOLLOW AND VOTE TERLEBIH DAHULU ❗❗ Di balik tembok pondok yang sunyi dan penuh disiplin, dua hati mulai mengenal makna perasaan tanpa pernah saling menyentuh secara langsung. Haura Sakira-santri putri yang tenang, cerdas, cantik dan penuh prinsip. Muhammad Yusran Arief-santri putra yang santun, bersahaja, dan diam-diam mencatat setiap hal kecil yang berarti. Mereka bertemu lewat perlombaan antar pondok, saat kata-kata dalam tafsir membuka ruang baru dalam hati masing-masing. Tak ada janji, tak ada rayuan-hanya perasaan yang tumbuh dalam diam, dan doa-doa yang tak pernah disuarakan. Sampai akhirnya, setelah kelulusan dan masa pondok berakhir, takdir membawa mereka pada kejutan yang tidak pernah mereka sangka: perjodohan. Namun kisah ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang kesabaran, pencarian jati diri, perjuangan melawan keinginan, dan bagaimana satu nama bisa disimpan begitu dalam ... dalam sujud-sujud yang panjang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan